Senin, 03 September 2012

Prakerin di PT.TELKOM Divisi O & M Lokasi Fakfak


L A P O R A N

PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
(PRAKERIN)
DI O & M LOKASI FAK-FAK DIVISI INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI 

TANGGAL 1 JUNI s/d 30 JULI 2011/2012

Laporan diajukan sebagai salah satu cara untuk menempuh  kenaikan kelas XII  




                                         N I S N         :      9941881694
                                         NAMA          :      DARLIN
                                         JURUSAN    :      TEKNIK  KOMPUTER  DAN         
                                                                      JARINGAN
         

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM (YAPIS) KABUPATEN FAKFAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ( SMK ) BISMEN & TI YAPIS FAKFAK TAHUN PELAJARAN 2011/2012






LEMBAR PENGESAHAN

        Laporan ini di periksa dan diserahkan untuk penilaian lebih lanjut berdasarkan peraturan yang berlaku bagi para pembimbing.

                                                                                                                        Fak fak,16 Juni 2011



Pembimbing Kantor                                                                  Pembimbing Sekolah






PIET GOBAY                                                                        JUMIATI S.Pd
NIP : 750044                                                                          NIP : 19720906 2006052 001









Kepala Kantor SMK YAPIS                                                    Kepala Sekolah
     Kab.Fakfak






SUMARWAN S.Pd                                                                SUMARWAN S.Pd
            NIP : 19680814 1995011 001                                                NIP : 19680814 1995011 001









KATA PENGANTAR

                        Dengan mengucap syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil pelaksanaan praktek kerja industri (PRAKERIN).Penyusunan laporan praktek kerja industri ini adalah salah satu syarat untuk kenaikan kelas XII pada ulangan semester dan laporan ini juga sebagai bukti bahwa saya (Darlin) telah melaksanakan dan menyelasaikan praktek kerja industri di O&M LOKASI FAK-FAK DEVISI INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI.                                                                                                          laporan ini dapat terbuat dan di selesaikan dengan adanya bantuan dari pihak pembimbing materi maupun teknis, oleh karena itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada :
  1. JUMIATI, S.Pd., selaku pembimbing dari sekolah
  2.  PIET GOBAY, selaku pembimbing dari instansi atau industri
  3. SUMARWAN,S.Pd, selaku kepala SMK YAPIS FAK-FAK.  
  4.  BAGAH BANUREA,selaku kepala  O & M LOKASI FAK-FAK DEVISI INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI
  5.  Dan kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan laporan ini sehingga selesai dengan baik.
                 Bapak dan Ibu guru SMK Yapis Fakfak yang telah memberikan dukungan mengenai plelaksanaan PRAKERIN ini.Dalam pembuatan laporan ini, saya menyadari masi banyak kekurangan untuk itu saya mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kelengkapan dalam melaksanakan PRAKERIN.
                  Atas saran-saran,kritik dan komentar pembaca laporan ini ,saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya menyelesaikan laporan ini. Semoga ALLAH SWT selalu melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua.
                                                                                                                                  
                                                                                                                       Fakfak,30 Juni 2011
                                                                                                                                                                                                                                          DARLIN
                                                           DAFTAR ISI

Halaman Judul
Lembar Pengesahan           ………………………………….....………………………....          i
Kata Pengantar                    .…………...………………………………....……………….         iii
Daftar Isi                                 ...……………………………………....……………………..         iv
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar belakang                          .……………………………………...............……...................         1
B.Dasar Hukum                            .........………………….……………………………………….         2
C.Tujuan                                      ........……………………………………………………………         2
D.Sistematika Penulisan                .…………………………………...……………………………         4
BAB II GAMBARAN UMUM DU/DI
A.Sejarah                                    .………………….....………………………………...................         5
B.Tujuan dan Sasaran                  ...………...………………………………………………………        6
C.struktur Organisasi                   .....……………………………………………………………....         8
D.Fungsi dan Tugas                     ..……………………………………………………...................         9
BAB II PELAKSANAAN
A.Kegiatan yang dilaksanakan    ............…………………………………………………………..       27
B.Analisis Masalah                     ..…………………………………………………………………       30
C.Alternatif Pemecahan Masalah ...............………………………………………………………..       30
BAB IV PENUTUP
A.Kesimpulan                           ...……………………………………………………… …………      31
B.Saran                                    ........……………………………………………………………...       31

LAMPIRAN:
1.Absen
2.Jurnal Kegiatan








BAB I PENDAHULUAN

PRAKERIN adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk menghasilkan tamatan yang produktif dan kreatif serta mampu mengembangkan sikap prfesional dan bersaing di pasar kerja nasional dan internasional adalah dengan jalan mengirim siswa ke industri yang relevan dengan bidang keahliannya untuk melakukan praktek kerja industri dalam kurun waktu yang telah ditetapkan bersama antara Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), Sekolah, Majelis Sekolah dan pihak-pihak terkait lainnya.

A.Latar Belakang
Praktek Kerja Industri merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi para siswa, yang memadukan antara pendidikan disekolah dengan pendidikan di dunia industri yang diperoleh dengan melakukan praktek kerja secara langsung dan terarah untuk menambah keahlian tertentu. Tujuan utama pendidikan kejuruan adalah mempersiapkan lulusan untuk dapat bekerja secara mandiri.
Pelaksanaan Praktek Kerja industri (prakerin) yang dilakukan oleh siswa /I yang Merupakan salah satu kurikulum atau program sekolah di SMK YAPIS FAK-FAK termasuk jurusan Usaha Jasa pariwisata dimana program ini merupakan suatu program yang sangat membantu siswa/I dalam meningkatkan pengetahuan yang diperoleh selama berada di sekolah, karena dengan adanya kegiatan praktek ini siswa/I dapat mengetahui secara langsung apa itu industry dan dapat merasakan serta membandingkan antara ilmu yang diperoleh dari sekolah dengan kenyataan yang ada di industry.
Selain dari pada itu dengan adanya program PRAKERIN ini siswa/i telah mendapat kesempatan untuk terjun langsung dalam dunia industri yang selama ini selalu menjadi tanda tanya bagi mereka, dan tak luput dari itu semua siswa/i juga dapat mengsosialisasikan ilmu pengetahuan yang mereka mereka peroleh di sekolah serta bersosialisasi langsung dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia industry.
Karena melihat besarnya manfaat dari kegiatan praktek kerja industry ini dalam meningkatkan potensi yang ada di dalam siswa/i maka sampai saat ini program ini sudah menjadi keharusan untuk lanjut ketingkatan berikutnya serta uji kompetensi yang harus di selesaikan.

B.Dasar Hukum
            Praktek kerja industri SMK perlu dilaksanakan untuk meningkatakn ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
  1. Undang-undang No.2 Tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 15 Ayat 1 menyatakn bahwa:”Pendidikan Menengah Kejuruan diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapakan peserta menjadi anggota masyarakat  yang memiliki kemampuan menggandakan timbal balik dengan lingkungan sosial,budaya,alam sekitar,seta dapat mengembangkan lebih lanjut  dalam dunia kerja atau Pendidikan Tinggi.
  2. Peraturan Pemerintahan No.29 Tahun 1990 Bab II Pasal 2Ayat1 dan Pasal 3 Ayat 2,masing-masing menyatakan”Pendidikan Menengah Kejuruan bertujun meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan ke jenjang yang lebh tinggi dan untuk mengembangkan diri sajalan dengan ilmu pengetahuan teknologi dan komunikasi.Pendidikan Menengah Kejuruan mengutamakan mempesiapakan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangakan sikap professional”.
  3. Peraturan Pemerintahan No.29 tahun 1999 Pasal 29 Ayat 1 yang menyatakan bahwa”Pendidikan Sekolah Menengah dapat bekerjasama dengan masyarakat terutama dalam dunia usaha dan para dermawan untuk memperoleh sumberdaya  dalam rangka menunjang penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan”.
  4. Peraturan Pemerintahan No.490 Bab 1 Pasal 1 Ayat 1 menyatakan bahwa”Sekolah Menengah Kejuruan adalah bentuk pendidikan dasar serta mempersiapkan sikap proffesinoal”                    

C.  Tujuan Prakerin
Untuk memudahkan pembaca memahami tujuan dari prakerin ini,penulis membagi menjadi dua tujuan,yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari prakerin yaitu :
a)      Merupakan kompetensi yang harus dipenuhi siswa SMK.
b)      Memberikan gambaran kepada para siswa tentang dunia usaha.
c)      Memberikan nilai tambah dibandingkan dengan SMA.
d)  Membekali siswa-siswi dengan pengalaman yang sebenarnya dalam dunia kerja serta meningkatakn   episiensi proses pendidikan dan pelatihan kerja yang berkualitas dan professional.
e)      Untuk menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatkan di sekolah.
f)   Melatih kerja dan pengamatan teknik-teknik yang diterapkan di tempat Peraktek Kerja Industri (Prakerin) sesuai di bidang keahlian yang dimiliki.
g)      Mengetahui perkembangan teknologi
h)      Menerapkan pendidikan yang diperoleh di sekolah pada dunia kerja secara langsung.
i)        Meningkatkan kompetensi atau menambah wawasan.
j)        Memadukan belajar, berlatih dan bekerja sehingga terbangun pembiasaan bekerja pada diri siswa.
k)  Meningkatkan dan mengembangkan hubungan sekolah dengan Dunia Usaha/Dunia Industri agar  bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu pendidikan menengah kejuruan.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari prakerin yaitu:
a)      Menyiapkan kepribadian siswa SMK yang siap terjun ke dunia usaha.
b)      Memberikan pengetahuan lebih yang sebelumnya tidak atau belum di berikan di sekolah.
c)      Untuk mencari pengalaman dalam Prakerin di dunai usaha/industri.
d)      Mengenal kegiatan dunia usaha.
e)      Sebagai sarana penerapan ilmu di sekolah.
f)        Mencipkatakan hubungan yang baik antara sekolah dan perusahaan.
g)      Melaksanakan proses pembelajaran produktif di dunia usaha.
h)      Mempelajari lebih dalam tentang kewirausahaan.
i)        Memperoleh keterampilan tambahan sebagai pelengkap keterampilan yang diperoleh di sekolah.

D.Sistematika Penulisan Laporan
           Sebelum penulis menguraikan isi dari laporan ini, maka penulis akan mengemukakan dahulu sistematika tentang pembahasan laporan ini yang terdiri dari beberapa bab dengan susunan sebagai berikut :
Halaman Judul
lembar Pengesahaan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
Merupakan pendahuluan yang secara umum memberikan gambaran tentang hal-hal yang melatarbelakangi laporan ini dilaksanakan,dasar hukum,tujuan,sampai sistematika penulisan laporan.
BAB II GAMBARAN UMUM DU/DI
Bab ini memberikan uraian tentang sejarah berdirinya Telkom bagian Infratel,tujuan/sasaran,struktur organisasi,fungsi dan tugas Asman Arnet Sorong Divisi O & M Lokasi Fakfak..
BAB III PELAKSANAAN
Dalam bab ini berisi tentang kegiatan yang dilakukan peserta Praktek Kerja Industri di Operasi dan Pemeliharaan Lokasi Fakfak dengan mengikuti pedoman SOP dan SMP yang ada di PT.TELKOM Arnet Sorong.Adapun Analisa Permasalahan yang akan dibahas adalah permasalahan gangguan berulang yang dialami oleh pelanggan layanan telepon dianalisa dari chek list harian,data dan line lock out(LLO), serta pembahasan hasil analisa pemasalahan.
BAB IV PENUTUP
Dan bab yang terakhir yaitu berisi tentang kesimpulan dan saran untuk instansi tempat prakerin dan sekolah.





BAB II GAMBARAN UMUM DU/DI

A.Sejarah Telkom
             Adapun sejarah singkat PT. TELKOM adalah sebagai berikut :
Era Kolonial :
Pada tahun 1882, didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegraf. Layanan komunikasi kemudian dikonsolidasikan oleh Pemerintah Hindia Belanda ke dalam jawatan Post Telegraaf Telefoon (PTT).
Perusahaan Negara :
Pada tahun 1961, status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Kemudian pada tahun 1965, PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).
Pada tahun 1974, PN Telekomunikasi diubah namanya menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional. Tahun 1980 seluruh saham PT. Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Indosat) diambil alih oleh pemerintah RI menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional, terpisah dari Perumtel. Pada tahun 1989, ditetapkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, yang juga mengatur peran swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi.
Pada tahun 1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1991. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk :
Pada tanggal 14 November 1995 dilakukan Penawaran Umum Perdana saham TELKOM. Sejak itu saham TELKOM tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), Bursa Saham New York (NYSE) dan Bursa Saham London (LSE). Saham TELKOM juga diperdagangkan tanpa pencatatan di Bursa Saham Tokyo. Tahun 1999 ditetapkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Penghapusan Monopoli Penyelenggaraan Telekomunikasi. Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan diregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, TELKOM tidak lagi memonopoli telekomukikasi Indonesia. Tahun 2001 TELKOM membeli 35% saham TELKOMsel dari PT INDOSAT sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dan INDOSAT. Sejak bulan Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.

B.Tujuan dan Sasaran
Tujuan dan sasaran dari INFRATEL adalah sebagai berikut:
1.      memberikan layanan kualitas terbaik kepada kastomer tepat waktu
2.    untuk mencapai tujan tersebut maka Divisi Infrastruktur Telkomunikasi Network Regional Kawasan Timur Indonesia di tahun 2011 menetapkan target atau sasaran sebagai berikut:
a)      customer Oriented Operation
o       Fulfillment sesuai request
o       Info alpro rutin
o       Kunjungan pelanggan ke DC& PO lain
o       R4R 247
b)      Loading competitive Supply:
o       Excellence Capacity Management
o       Deployment Sesui Request
o       Optimum Synergy dengan Mitra
c)      Hight Quality Infrastructure
o       Greenisasi (r-y; r-g; y-g)
o       Modernisasi Alpro
o       Excellence NMS
o       Cost Optimization
d)      Comprehensive Quality Management
o       Review Management 247
o       Effective GCg/GCC implementation
e)   Professional & Hight Integrity HR
o       Hard & Soft SkillDevelopment
o       Mintaining HR Competence
            Adapun Visi dan misi PT.TELKOM Devisi Infrastrktur Telekomunikasi adalah
Visi
To become a leading InfoCom player in the region TELKOM berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik.
Misi
TELKOM mempunyai misi memberikan layanan " One Stop InfoCom Services with Excellent Quality and Competitive Price and To Be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation " dengan jaminan bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik, berupa kemudahan, produk dan jaringan berkualitas, dengan harga kompetitif. TELKOM akan mengelola bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan saling mendukung secara sinergis.

D.Fungsi Dan Tugas
Berdasarkan struktur diatas dapat di tulis DJM nya sebagai berikut:
A.DEMIANUS D.RISAMASU.ST (Manager)
Main Responsibility
·        Memastikan optimalnya penggunaan sumberdaya di unit kerjanya.
·        Memastikan pengembangan karir dan peningkatan kompetensi subordinate-nya difasilitasi dengan baik.
·        Memastikan terciptanya kerjasama yang kondusif dan sinergis dengan pihak-pihakterkait.
·        Memastikan teridentifikasinya semua risiko proses bisnis yg berada dalam lingkup tanggung jawabnya, serta memastikan pengendalian & evaluasinya secara periodik/insidentil untuk minimalisasi resiko.
Job Performance Standard
·         Tingkat deviasi usulan rencana kerja dan anggaran dengan hasil penetapannya
·         Akurasi dan kelengkapan implementasi Risk Control
·         Akurasi hasil Risk Assessment (Risk Profile)
·         Tersedianya usulan rencana kerja dan anggaran tepat waktu
·         Index ESS yang berhubungan dengan penyampaian informasi
·         Index ESS yang berhubungan dengan parameter pengelolaan karir
·         Kelengkapan dan keselarasan kebijakan pengelolaan fungsi
·         Pencapaian SKU (tingkat deviasi antara realisasi hasil dengan target)
·         Tingkat efisiensi pengelolaan sumber daya terkait
·         Tingkat keberhasilan usulan yang disetujui oleh Manajemen
·         Tingkat kelancaran hubungan kerja
·         Tingkat ketersediaan SKI dan NKI karyawan yang menjadi subordinatenya dan ketepatan waktunya (penetapan maupun evaluasinya)
·         Tingkat realisasi RKA
Main Authority
·         Melaksanakan & melaporkan control self assessment berdasarkan control yang ditetapkan oleh Unit Risk Management.
·         Mengusulkan/ menegosiasikan program kerja dan RKA fungsi.
·         Melakukan deploy terhadap kebijakan & strategi QMS
·         Melakukan hubungan langsung dengan pihak-pihak terkait
·         Melakukan review, koreksi, dan mengusulkan realokasi resources
·         Mendapatkan risk profile dari unit risk management
·         Menentukan sasaran kinerja unit (SKU) dan rollingnya serta mengusulkan pada atasan langsung untuk      mendapat persetujuan sasaran kinerja fungsinya (SKU fungsi) dan rolling-nya
·         Menetapkan sistem komunikasi internal yang efektif
·       Menetapkan strategi pengelolaan sumber daya dan mengalokasikan sumber daya terkait sesuai kebutuhan
·         Menetapkan, menyetujui SKI dan menetapkan NKI subordinate-nya
·         Mengelola pelaksanaan audit sistem mutu oleh eksternal
·      Mengkoordinir & memfasilitasi self risk assessment secara periodik sesuai kebijakan dan panduan dari Unit Risk Management.
·         Mengusulkan dan menegosiasikan pengembangan karir dan kompetensi subordinate-nya
·         Mengusulkan hasil identifikasi risk baru ke Unit Risk Management.
·         Mengusulkan rumusan/ penjabaran sistem dan kebijakan pengelolaan fungsi

B.ASMAN O & M CIVIL & ME (CME)
1.BRIAN SAUYAI
Main Responsibility
  • Memastikan efektivitas penugasan/ pendistribusian program kerja kepada subordinate sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya.
  • Memastikan optimalnya penggunaan sumberdaya di unit kerjanya.
  • Memastikan pengembangan karir dan peningkatan kompetensi subordinate-nya difasilitasi dengan baik.
  • Memastikan terciptanya kerjasama yang kondusif dan sinergis dengan pihak-pihak terkait.
  • Memastikan teridentifikasinya semua risiko proses bisnis yg berada dalam lingkup tanggung jawabnya, serta memastikan pengendalian & evaluasinya secara periodik/insidentil untuk minimalisasi resiko.
Job Performance Standard
  • Akurasi dan kelengkapan implementasi Risk Control
  • Akurasi hasil Risk Assessment (Risk Profile)
  • Index ESS yang berhubungan dengan penyampaian informasi
  • Index ESS yang berhubungan dengan parameter pengelolaan karir
  • Pencapaian sasaran kinerja ((tingkat deviasi antara realisasi hasil dengan target)
  • Tingkat deviasi antara realisasi dengan rencana program kerja
  • Tingkat efektivitas penugasan
  • Tingkat efisiensi pengelolaan sumber daya terkait
  • Tingkat keberhasilan usulan yang disetujui oleh Manajemen
  • Tingkat kelancaran hubungan kerja
  • Tingkat ketersediaan SKI dan NKI karyawan yang menjadi subordinatenya dan ketepatan waktunya (penetapan maupun evaluasinya)
Main Authority
  • Melaksanakan & melaporkan control self assessment berdasarkan control yang ditetapkan oleh Unit Risk Management.
  • Mengusulkan hasil identifikasi risk baru ke Unit Risk Management.
  • Melakukan hubungan langsung dengan pihak-pihak terkait
  • Melakukan review dan tindakan koreksi/ solusi terhadap permasalahan operasional.
  • Melakukan rolling dan mengusulkan perubahan SKU kerjanya
  • Mendapatkan risk profile dari unit risk management
  • Menetapkan penugasan/ distribusi pekerjaan
  • Menetapkan sistem komunikasi internal yang efektif
  • Menetapkan SKI dan NKI subordinate ?nya
  • Menetapkan strategi pengelolaan sumber daya dan mengalokasikan sumber daya terkait sesuai kebutuhan
  • Mengelola administrasi data-data dari internal
  • Mengkoordinir & memfasilitasi self risk assessment secara periodik sesuai kebijakan dan panduan dari Unit Risk Management.
  • Mengusulkan dan menegosiasikan pengembangan karir dan kompetensi subordinate-nya
2. AMRAN SAMAD
Main Responsibility
  • Memastikan Menyiapkan & Mengusulkan Rencana Kerja Anggaran / RKA CME yang menjadi tanggung jawabnya
  • Memastikan pelaksanaan mengikuti internal control SOA CME yang menjadi tanggung jawabnya
  • Memastikan usulan inovasi dan knowledge management (Kampiun) di CME yang menjadi tanggung jawabnya
  • Memastikan perencanaan pengembangan / Pembangunan NE CME (CAPEX)
  • Memastikan telah Berpartisipasi aktif membantu pengawasan Pengembangan/Pembangunan NE CME yang sedang dilaksanakan di Area Network yang menjadi tanggung jawabnya
  • Memastikan pelaksanaan proses Pengelolaan Data Asset Operasional CME sesuai dengan kebijakan perusahaan
  • Memastikan Pengelolaan data administrasi CME ARNET terselenggara dengan baik
  • Memastikan update data Potensi NE bidang CME dilingkungan ARNET
  • Memastikan pelaksanaan provisioning infrastruktur bidang CME dilingkungan ARNET dan melaksanakan koordinasi dengan bidang terkait dengan permasalahannya
  • Memastikan pemberlakuan Surveillance dan Analisa Gangguan
  • Memastikan pelaksanaaan dan mengelola Fault Handling NE CME dibawah tanggung jawabnya
  • Memastikan implementasi pelaksanaan Pengelolaan kegiatan O&M NE CME sudah sesuai dengan SOP dan SMP
  • Memastikan pengamanan Performansi Network Element CME dibawah tanggung jawabnya
  • Memastikan pelaksanaaan dukungan operasi dan pemeliharaan CME yang menjadi tanggung jawabnya
  • Memastikan pengelolaan dan pelaksanaaan program pemeliharaan rutin infrastruktur CME yang menjadi tanggung jawabnya
  • Memastikan proses optimalisasi NE CME yang menjadi tanggung jawabnya
  • Memastikan pengelolaan fault handling NE CME dibawah tanggung jawabnya
Job Performance Standard
  • Akurasi set up target seting RKA
  • Konsistensi implementasi Proses Bisnis SOA
  • Mengusulkan inovasi
  • Tingkat efektifitas pengembangan dan akurasi cakupan guna menunjang operasional
  • Tercapainya target waktu pengembang yang ditentukan
  • Akurasi data Asset
  • Tingkat keteraturan administrasi data
  • Tingkat akurasi data sesuai update terkini
  • Tingkat kepentingan dengan tetap memperhatikan
  • kebutuhan dan keamanan operasional
  • Tingkat akurasi informasi dan data gangguan
  • Tingkat akurasi, kecepatan dalam menangani dan dan menyelesaikan gangguan
  • Pelaksanaan sesuai dengan SOP & SMP
  • Pencapaian performansi sesuai dengan KM
  • Semua perangkat dilengkapi dengan SOP & SMP
  • Tingkat Ketersediaan kontingensi yang memadai
  • Kualitas ide & usulan dalam antisipasi disaster
  • serta efektifitas alternatif solusi yang diusulkan
  • Tingkat kecepatan informasi dan distribusi informasi
  • serta reporting eskalasi berikut rekomendasi yang
  • diperlukan
Main Authority
  • Mengusulkan rencana kerja dan anggaran sub bidang CME ARNET
  • Menyusun rencana kerja dan anggaran sub bidang CME
  • Mengevaluasi RKA sub bidang CME
  • Menyiapkan materi Budget Committee bidang CME
  • Membuat action plan sub bidang CME dalam upaya perbaikan quality
  • Menjalankan standarisasi sistem informasi yang sdh ditetapkan
  • Mengikuti pelaksanaan audit sistem mutu bidang CME oleh eksternal
  • Mengikuti control self assessment implementasi SOA
  • Mengikuti implementasi SOA bidang CME
  • Melaksanakan internal assessment dan audit SOA
  • Melaksanakan/mengelola inovasi bidang CME
  • Melaksanakan/implementasi knowledge management (Kampiun)
  • Membuat justifikasi dan analisa pengembangan infrastruktur CME
  • Membuat usulan rumusan dan usulan program pengembangan infrastruktur CME
  • Menyusun desain konfigurasi dan spesifikasi , BOQ, scope of work pengembangan/pembangunan Infrastruktur CME
  • Menyusun dan mengusulkan Analisa Kelayakan Investasi (AKI) rencana pembangunan/ pengembangan infrastruktur CME
  • Menyusun dan mengusulkan proyek dan anggaran Investasi (CAPEX) pembangunan dan pengembangan Infrastruktur
  • Melakukan evaluasi dan kajian penghapusan infrastruktur CME
  • Melakukan monitoring/pengawasan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan proyek investasi bidang CME di ARNET
  • Melakukan Uji terima kegiatan proyek Investasi bidang CME
  • Memelihara hasil pembangunan yg sudah diserahkan
  • Mengevaluasi dan menganalisa Asset CME
  • Mengusulkan mutasi asset CME
  • Evaluasi dan usulan penghapusan Asset CME
  • Melaksanakan administrasi data dari internal
  • Melakukan pengumpulan data-data yang dibutuhkan bagi analisa manajemen ARNET
  • Mengelola layanan kebutuhan data bagi internal ataupun eksternal ARNET
  • Mengikuti penyelenggaraan management review & reporting bidang CME
  • Mengumpulkan data potensi CME
  • Melakukan pendataan infrastruktur baru atau hasil optimasi untuk mendukung proses provisioning bidang CME
  • Melakukan updating data potensi NE CME
  • Membuat laporan data potensi CME
  • Memonitor utilisasi alat produksi CME
  • Memberikan masukan thd alokasi & delivery NE CME
  • Melakukan koordinasi dengan unit terkait
  • Melakukan survey dan layout NE CME
  • Melakukan update status alat produksi CME
  • Melakukan analisa indikasi NE failure (alarm)
  • Mengarsipkan record alarm kedalam log file
  • Melaporkan informasi gangguan ke atasan sesuai tanggung jawabnya
  • Melakukan lokalisir gangguan
  • Melakukan koordinasi dengan unit terkait
  • Melakukan pengetesan, penanganan dan perbaikan gangguan
  • Melakukan eskalasi gangguan yang tidak berhasil diiperbaiki
  • Membuat laporan penanganan gangguan
  • Menyusun kalender pemeliharaan CME
  • Melaksanakan dan evaluasi pelaksanaan pemeliharaan rutin
  • Melaksanakan preventif maintenance
  • Mengembangkan dan mengelola program-program maintenance infrastruktur secara proaktif
  • Menjaga/mempersiapkan hot stand by modul
  • Melaksanakan optimalisasi Alat Produksi (relokasi, rekonfigurasi)
  • Mengelola Alat Ukur
  • Melakukan evaluasi QOS fault handling
  • Melakukan proactive monitoring performansi Network Element dan identifikasinya
  • Melakukan evaluasi dan analisa performansi Network Element berdasarkan data historis
  • Memberikan masukan optimalisasi network element dan peningkatan performansi NE kepada staf terkait
  • Menganalisa, menyusun Laporan performansi network element
  • Membuat pedoman prosedur pengendalian network element
  • Menyiapkan aspek2 perencanaan perpu & penaganan gangguan.
  • Menyusun rencana pembuatan SOP/SMP perangkat
  • Melakukan koordinasi pelaksanaan dengan unit dan vendor terkait
  • Melaksanakan pembuatan dokumen SOP/SMP perangkat
  • Mendukung proses SSPM (Support Service Problem Management)
  • kerjasama operasional (RDC, MCC)
  • Membuat rancangan kontingensi NE dan penanggulangan disaster
  • Melakukan koordinasi sumber daya terkait
  • Memberikan ide dan usulan optimalisasi NE CME
  • Melakukan analisa, termasuk analisa trend, laporan gangguan dan performansi (historikal dan current) untuk mengidentifikasi infrastruktur potensial yang memerlukan perbaikan atau penggantian
  • Mengusulkan rekomendasi optimalisasi NE
  • Mengimplementasikan kontingensi NE dan penanggulangan disaster
  • Melaksanakan rekayasa Network Element
  • Menerima order eskalasi fault handling
  • Melakukan analisa dan evaluasi problem
  • Memberikan rekomendasi penanganan eskalasi kepada unit terkait
  • Melakukan koordinasi dengan unit dan vendor terkait
  • Membuat laporan penanganan eskalasi gangguan
3.IQBAL KURNIAWAN
Main Responsibility
  • Memastikan pelaksanaan dan pengelolaan Fault Handling NE CME khususnya Diesel Genset dibawah tanggung jawabnya
  • Memastikan implementasi pelaksanaan Pengelolaan kegiatan O&M NE CME khususnya Diesel Genset sudah sesuai dengan SOP dan SMP
  • Memastikan pelaksanaan fault handling NE CME khususnya Diesel Genset dibawah tanggung jawabnya
Job Performance Standard
  • Tingkat kecepatan informasi dan distribusi informasi serta reporting eksalasi berikut rekomendasi yang diperlukan
  • Pelaksanaan sesuai dengan SOP & SMP
  • Tingkat kecepatan informasi dan distribusi informasi
  • serta reporting eskalasi berikut rekomendasi yang
  • diperlukan
Main Authority
  • Melakukan lokalisir gangguan
  • Melakukan koordinasi dengan unit terkait
  • Melakukan pengetesan, penanganan dan perbaikan gangguan
  • Melakukan eskalasi gangguan yang tidak berhasil diiperbaiki
  • Membuat laporan penanganan gangguan
  • Melaksanakan kalender pemeliharaan CME khususnya DEG
  • Melaksanakan pemeliharaan rutin
  • Melaksanakan preventif maintenance
  • Menjaga/mempersiapkan hot stand by modul
  • Melaksanakan optimalisasi Alat Produksi (relokasi, rekonfigurasi)
  • Mengelola Alat Ukur
  • Menerima order eskalasi fault handling
  • Melakukan koordinasi dengan unit dan vendor terkait
  • Membuat laporan penanganan eskalasi gangguan
  • Melakukan lokalisir gangguan
  • Melakukan koordinasi dengan unit terkait
  • Melakukan pengetesan, penanganan dan perbaikan gangguan
  • Melakukan eskalasi gangguan yang tidak berhasil diiperbaiki
  • Membuat laporan penanganan gangguan
  • Melaksanakan kalender pemeliharaan CME khususnya DEG
  • Melaksanakan pemeliharaan rutin
  • Melaksanakan preventif maintenance
  • Menjaga/mempersiapkan hot stand by modul
  • Melaksanakan optimalisasi Alat Produksi (relokasi, rekonfigurasi)
  • Mengelola Alat Ukur
  • Menerima order eskalasi fault handling
  • Melakukan koordinasi dengan unit dan vendor terkait
  • Membuat laporan penanganan eskalasi gangguan

C.ASMAN O & M MULTIMEDIA
     SAMSUDIN RUMATA
Main Responsibility
  • Memastikan efektivitas penugasan/ pendistribusian program kerja kepada subordinate sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya.
  • Memastikan optimalnya penggunaan sumberdaya di unit kerjanya.
  • Memastikan pengembangan karir dan peningkatan kompetensi subordinate-nya difasilitasi dengan baik.
  • Memastikan terciptanya kerjasama yang kondusif dan sinergis dengan pihak-pihak terkait.
  • Memastikan teridentifikasinya semua risiko proses bisnis yg berada dalam lingkup tanggung jawabnya, serta memastikan pengendalian & evaluasinya secara periodik/insidentil untuk minimalisasi resiko.
Job Performance Standard
  • Akurasi dan kelengkapan implementasi Risk Control
  • Akurasi hasil Risk Assessment (Risk Profile)
  • Index ESS yang berhubungan dengan penyampaian informasi
  • Index ESS yang berhubungan dengan parameter pengelolaan karir
  • Pencapaian sasaran kinerja ((tingkat deviasi antara realisasi hasil dengan target)
  • Tingkat deviasi antara realisasi dengan rencana program kerja
  • Tingkat efektivitas penugasan
  • Tingkat efisiensi pengelolaan sumber daya terkait
  • Tingkat keberhasilan usulan yang disetujui oleh Manajemen
  • Tingkat kelancaran hubungan kerja
  • Tingkat ketersediaan SKI dan NKI karyawan yang menjadi subordinatenya dan ketepatan waktunya (penetapan maupun evaluasinya)
Main Authority
  • Melaksanakan & melaporkan control self assessment berdasarkan control yang ditetapkan oleh Unit Risk Management.
  • Mengusulkan hasil identifikasi risk baru ke Unit Risk Management.
  • Melakukan hubungan langsung dengan pihak-pihak terkait
  • Melakukan review dan tindakan koreksi/ solusi terhadap permasalahan operasional.
  • Melakukan rolling dan mengusulkan perubahan SKU kerjanya
  • Mendapatkan risk profile dari unit risk management
  • Menetapkan penugasan/ distribusi pekerjaan
  • Menetapkan sistem komunikasi internal yang efektif
  • Menetapkan SKI dan NKI subordinate ?nya
  • Menetapkan strategi pengelolaan sumber daya dan mengalokasikan sumber daya terkait sesuai kebutuhan
  • Mengkoordinir & memfasilitasi self risk assessment secara periodik sesuai kebijakan dan panduan dari Unit Risk Management.
  • Mengusulkan dan menegosiasikan pengembangan karir dan kompetensi subordinate-nya

D.ASMAN O & M SWITCHING
1. REMBRANS E. MAMBOR
Main Responsibility
  • Memastikan Pengelolaan Fault Handling
  • Memastikan Pengelolaan kegiatan O&M SWITCHING
Job Performance Standard
  • Order dan penyelesaian gangguan sesuai tolok ukur
  • Dilaksanakan sesuai dengan SOP & SMP
  • Order dan penyelesaian gangguan sesuai tolok ukur
  • Dilaksanakan sesuai dengan SOP & SMP
     2.GUIDO BARRETO VICENTE
Main Responsibility
  • Memastikan efektivitas penugasan/ pendistribusian program kerja kepada subordinate sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya.
  • Memastikan optimalnya penggunaan sumberdaya di unit kerjanya.
  • Memastikan pengembangan karir dan peningkatan kompetensi subordinate-nya difasilitasi dengan baik.
  • Memastikan terciptanya kerjasama yang kondusif dan sinergis dengan pihak-pihak terkait.
  • Memastikan teridentifikasinya semua risiko proses bisnis yg berada dalam lingkup tanggung jawabnya, serta memastikan pengendalian & evaluasinya secara periodik/insidentil untuk minimalisasi resiko.
Job Performance Standard
  • Akurasi dan kelengkapan implementasi Risk Control
  • Akurasi hasil Risk Assessment (Risk Profile)
  • Index ESS yang berhubungan dengan penyampaian informasi
  • Index ESS yang berhubungan dengan parameter pengelolaan karir
  • Pencapaian sasaran kinerja ((tingkat deviasi antara realisasi hasil dengan target)
  • Tingkat deviasi antara realisasi dengan rencana program kerja
  • Tingkat efektivitas penugasan
  • Tingkat efisiensi pengelolaan sumber daya terkait
  • Tingkat keberhasilan usulan yang disetujui oleh Manajemen
  • Tingkat kelancaran hubungan kerja
  • Tingkat ketersediaan SKI dan NKI karyawan yang menjadi subordinatenya dan ketepatan waktunya (penetapan maupun evaluasinya)
Main Authority
  • Melaksanakan & melaporkan control self assessment berdasarkan control yang ditetapkan oleh Unit Risk Management.
  • Mengusulkan hasil identifikasi risk baru ke Unit Risk Management.
  • Melakukan deploy terhadap kebijakan & strategi QMS
  • Melakukan hubungan langsung dengan pihak-pihak terkait
  • Melakukan review dan tindakan koreksi/ solusi terhadap permasalahan operasional.
  • Melakukan rolling dan mengusulkan perubahan SKU kerjanya
  • Mendapatkan risk profile dari unit risk management
  • Menetapkan penugasan/ distribusi pekerjaan
  • Menetapkan sistem komunikasi internal yang efektif
  • Menetapkan SKI dan NKI subordinate ?nya
  • Menetapkan strategi pengelolaan sumber daya dan mengalokasikan sumber daya terkait sesuai kebutuhan
  • Mengelola pelaksanaan audit sistem mutu oleh eksternal
  • Mengkoordinir & memfasilitasi self risk assessment secara periodik sesuai kebijakan dan panduan dari Unit Risk Management.
  • Mengusulkan dan menegosiasikan pengembangan karir dan kompetensi subordinate-nya

E.ASMAN O & M SATELIT & MUX
     1. LIMPER SIMANULANG
      Main Responsibility
  • Memastikan efektivitas penugasan/ pendistribusian program kerja kepada subordinate sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya.
  • Memastikan optimalnya penggunaan sumberdaya di unit kerjanya.
  • Memastikan pengembangan karir dan peningkatan kompetensi subordinate-nya difasilitasi dengan baik.
  • Memastikan terciptanya kerjasama yang kondusif dan sinergis dengan pihak-pihak terkait.
  • Memastikan teridentifikasinya semua risiko proses bisnis yg berada dalam lingkup tanggung jawabnya, serta memastikan pengendalian & evaluasinya secara periodik/insidentil untuk minimalisasi resiko.
Job Performance Standard
  • Akurasi dan kelengkapan implementasi Risk Control
  • Akurasi hasil Risk Assessment (Risk Profile)
  • Index ESS yang berhubungan dengan penyampaian informasi
  • Index ESS yang berhubungan dengan parameter pengelolaan karir
  • Pencapaian sasaran kinerja ((tingkat deviasi antara realisasi hasil dengan target)
  • Tingkat deviasi antara realisasi dengan rencana program kerja
  • Tingkat efektivitas penugasan
  • Tingkat efisiensi pengelolaan sumber daya terkait
  • Tingkat keberhasilan usulan yang disetujui oleh Manajemen
  • Tingkat kelancaran hubungan kerja
  • Tingkat ketersediaan SKI dan NKI karyawan yang menjadi subordinatenya dan ketepatan waktunya (penetapan maupun evaluasinya)
Main Authority
  • Melaksanakan & melaporkan control self assessment berdasarkan control yang ditetapkan oleh Unit Risk Management.
  • Mengusulkan hasil identifikasi risk baru ke Unit Risk Management.
  • Melakukan deploy terhadap kebijakan & strategi QMS
  • Melakukan hubungan langsung dengan pihak-pihak terkait
  • Melakukan review dan tindakan koreksi/ solusi terhadap permasalahan operasional.
  • Melakukan rolling dan mengusulkan perubahan SKU kerjanya
  • Mendapatkan risk profile dari unit risk management
  • Menetapkan penugasan/ distribusi pekerjaan
  • Menetapkan sistem komunikasi internal yang efektif
  • Menetapkan SKI dan NKI subordinate ?nya
  • Menetapkan strategi pengelolaan sumber daya dan mengalokasikan sumber daya terkait sesuai kebutuhan
  • Mengelola pelaksanaan audit sistem mutu oleh eksternal
  • Mengkoordinir & memfasilitasi self risk assessment secara periodik sesuai kebijakan dan panduan dari Unit Risk Management.
  • Mengusulkan dan menegosiasikan pengembangan karir dan kompetensi subordinate-nya
2. ANDARIAS SURIPATTY
Main Responsibility
  • Memastikan terkelolanya Fault Handling di bidang Radio & Satelit
  • Memastikan terkelolanya kegiatan O&M Radio & Satelit di Area Network
  • Memastikan terkelolanya kegiatan PSB & NP3 Radio & Satelit
Job Performance Standard
  • Order dan perbaikan tepat waktu
  • Kesesuaian Jadwal Pemeliharaan Transmisi Multiplex sesuai SOP & SMP
  • Laporan hasil Ophar rutin & preventive maintenance
  • MTTI tercapai
3.PIET GOBAI
Main Responsibility
  • Memastikan Pengelolaan Fault Handling
  • Memastikan Pengelolaan kegiatan O&M
  • Memastikan Pengelolaan Feeding Audio & Video
Job Performance Standard
  • Tingkat kecepatan informasi dan distribusi informasi serta reporting eskalasi berikut rekomendasi yang diperlukan
  • Pelaksanaan sesuai dengan SOP & SMP
  • Usulan risalah Inovasi
  • MTTR tercapai

F.ASMAN LOGISTIC & ADMINISTRATION
     1.THEPILUS BALANTIMUHE
      Main Responsibility
  • Memastikan efektivitas penugasan/ pendistribusian program kerja kepada subordinate sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya.
  • Memastikan optimalnya penggunaan sumberdaya di unit kerjanya.
  • Memastikan pengembangan karir dan peningkatan kompetensi subordinate-nya difasilitasi dengan baik.
  • Memastikan terciptanya kerjasama yang kondusif dan sinergis dengan pihak-pihak terkait.
  • Memastikan teridentifikasinya semua risiko proses bisnis yg berada dalam lingkup tanggung jawabnya, serta memastikan pengendalian & evaluasinya secara periodik/insidentil untuk minimalisasi resiko.
Job Performance Standard
  • Akurasi dan kelengkapan implementasi Risk Control
  • Akurasi hasil Risk Assessment (Risk Profile)
  • Index ESS yang berhubungan dengan penyampaian informasi
  • Index ESS yang berhubungan dengan parameter pengelolaan karir
  • Pencapaian sasaran kinerja ((tingkat deviasi antara realisasi hasil dengan target)
  • Tingkat deviasi antara realisasi dengan rencana program kerja
  • Tingkat efektivitas penugasan
  • Tingkat efisiensi pengelolaan sumber daya terkait
  • Tingkat keberhasilan usulan yang disetujui oleh Manajemen
  • Tingkat kelancaran hubungan kerja
  • Tingkat ketersediaan SKI dan NKI karyawan yang menjadi subordinatenya dan ketepatan waktunya (penetapan maupun evaluasinya)
Main Authority
  • Melaksanakan & melaporkan control self assessment berdasarkan control yang ditetapkan oleh Unit Risk Management.
  • Mengusulkan hasil identifikasi risk baru ke Unit Risk Management.
  • Melakukan deploy terhadap kebijakan & strategi QMS
  • Melakukan deployment terhadap kebijakan pengelolaan transformasi organisasi, budaya dan etika bisnis
  • Melakukan hubungan langsung dengan pihak-pihak terkait
  • Melakukan review dan tindakan koreksi/ solusi terhadap permasalahan operasional.
  • Melakukan rolling dan mengusulkan perubahan SKU kerjanya
  • Mendapatkan risk profile dari unit risk management
  • Menetapkan penugasan/ distribusi pekerjaan
  • Menetapkan sistem komunikasi internal yang efektif
  • Menetapkan SKI dan NKI subordinate ?nya
  • Menetapkan strategi pengelolaan sumber daya dan mengalokasikan sumber daya terkait sesuai kebutuhan
  • Mengelola proses transformasi & change management
  • Mengkoordinasikan implementasi transformasi dan change management
  • Mengkoordinir & memfasilitasi self risk assessment secara periodik sesuai kebijakan dan panduan dari Unit Risk Management.
  • Mengusulkan dan menegosiasikan pengembangan karir dan kompetensi subordinate-nya
  • Mengusulkan dan mengelola change agent
2. ASKENAS ASTKESAU
Main Responsibility
  • Memastikan terkelolanya Administrasi perkantoran dilingkungan ArNet.
  • Memastikan terkelolanya sebagai Interface Fungsi Keuangan dilingkungan ArNet.
  • Memastikan terkelolanya dan menjadi Interface Pelayanan SDM dilingkungan ArNet
Job Performance Standard
  • Proses Administrasi Arnet sesuai rencana / jadwal Eviden terdokumentasi
  • Akurasi pertanggungan Keuangan
  • Kegiatan Adm Kepegawaian terlaksana sesuai rencana
3.AGUSTINUS DUWITH
Main Responsibility
  • Memastikan tersedianya dukungan data guna penyusunan Executive Report yang mencakup seluruh kegiatan yang dilakukan di Bidang Planning & Control (Administration).
  • Memastikan terkelolanya Administrasi perkantoran dilingkungan ArNet.
Job Performance Standard
  • Tersedianya informasi dan data seluruh kegiatan yang telah dilakukan di internal ArNet
  • Proses Administrasi Arnet sesuai rencana / jadwal Eviden terdokumentasi
G.O & M LOKASI FAKFAK
      BAGAH BANUREA
       Main Responsibility
  • Memastikan efektivitas penugasan/ pendistribusian program kerja kepada subordinate sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya.
  • Memastikan optimalnya penggunaan sumberdaya di unit kerjanya.
  • Memastikan pengembangan karir dan peningkatan kompetensi subordinate-nya difasilitasi dengan baik.
  • Memastikan terciptanya kerjasama yang kondusif dan sinergis dengan pihak-pihak terkait.
  • Memastikan teridentifikasinya semua risiko proses bisnis yg berada dalam lingkup tanggung jawabnya, serta memastikan pengendalian & evaluasinya secara periodik/insidentil untuk minimalisasi resiko.
Job Performance Standard
  • Akurasi dan kelengkapan implementasi Risk Control
  • Akurasi hasil Risk Assessment (Risk Profile)
  • Index ESS yang berhubungan dengan penyampaian informasi
  • Index ESS yang berhubungan dengan parameter pengelolaan karir
  • Pencapaian sasaran kinerja ((tingkat deviasi antara realisasi hasil dengan target)
  • Tingkat deviasi antara realisasi dengan rencana program kerja
  • Tingkat efektivitas penugasan
  • Tingkat efisiensi pengelolaan sumber daya terkait
  • Tingkat keberhasilan usulan yang disetujui oleh Manajemen
  • Tingkat kelancaran hubungan kerja
  • Tingkat ketersediaan SKI dan NKI karyawan yang menjadi subordinatenya dan ketepatan waktunya (penetapan maupun evaluasinya)
Main Authority
  • Melaksanakan & melaporkan control self assessment berdasarkan control yang ditetapkan oleh Unit Risk Management.
  • Mengusulkan hasil identifikasi risk baru ke Unit Risk Management.
  • Melakukan hubungan langsung dengan pihak-pihsak terkait
  • Melakukan review dan tindakan koreksi/ solusi terhadap permasalahan operasional.
  • Melakukan rolling dan mengusulkan perubahan SKU kerjanya
  • Mendapatkan risk profile dari unit risk management
  • Menetapkan penugasan/ distribusi pekerjaan
  • Menetapkan sistem komunikasi internal yang efektif
  • Menetapkan SKI dan NKI subordinate ?nya
  • Menetapkan strategi pengelolaan sumber daya dan mengalokasikan sumber daya terkait sesuai kebutuhan
  • Mengkoordinir & memfasilitasi self risk assessment secara periodik sesuai kebijakan dan panduan dari Unit Risk Management.
  • Mengusulkan dan menegosiasikan pengembangan karir dan kompetensi subordinate-nya

BAB III PELAKSANAAN

A.Kegiatan yang dilaksanakan
Data Chek List
No.
Type Perangkat
Pemeliharaan Item
Periode
Tanggal
1
SWITCHING
Chek List:
STAT SN,STAT MB,STAT MD,STAT LTG,STAT DLU,DISPLAY LLO

harian
1 Juni s/d 22 Juli
Saving History File
Mingguan
4,11,18
Saving APS Rutin
2 Mingguan
4
Test modul alat ukur
bulanan
4
Cleaning Filter Rack
Akurasi Waktu dgn NTS
2
TRANSMISI:



a.Satelite
Check Alarm Indikator
harian
1,4,5,6,7,8,11,12,13,14,15,18,19,21,22
Check Meter / Meter Reading
Check Kondisi BIR
b.Dehydrator Satelit
Check Kondisi BIR
3
CIVIL MENTENANCE:



a.DEG
Ketinggian Oli
Mingguan
4,8,11
System Pendinginan
Bulanan
System kelistrikan
Test running auto manual
Pemeriksaan batere starter
Check kekencangan tali kipas
ketinggian oli
b.Rectifier
Pengukuran tegangan input
Mingguan
4,8,11
Pengukuran Arus input
Pengukuran Arus total input
Pengukuran tegangan floating
Pengukuran temperatur ruang
BIR Ruangan & Perangkat
c.Instalasi Daya
BIR Ruangan & Perangkat
Mingguan
4,8,11
Pengukuran Tegangan
Pengukuran Arus
Pengukuran Frekwensi
Pengukuran Cos phi
Pengukuran Daya Terpakai
Pencatatan KWH Meter
Chek visual Trafo TM
Chek temperatur kabel & ruang
d.UPS
BIR Ruangan & Perangkat
Mingguan
4,8,11
Pengkuran teg. out rectifier
Pengukuran Arus Output
Pengkuran tegangan output
Pengukuran pilot sel batere
Pengukuran temperatur ruang
Chek suara blower
e.AC
Pengukuran suhu ruangan
Mingguan
4,8,11
Pemeriksaan setting thermostat
Chek suara compresor & blower
Pengkuran kelembaban
f.Batttery
Pembersihan tutup batere
Bulanan
8
Pembersihan tutup filter
Chek Level Elektrolit
Pengukuran Seluruh sel

B.Analisis Masalah
            Dari uraian kegiatan chek list yang dilaksanakan,siswa dapat menganalisa dan menemukan permasalahan yaitu
Chek List Harian yang meliputi:
  • Line Lock Out dengan table sebagai berikut:
No.
Mingguan
Line Lock Out(LLO)

Keterangan
Busy
Ringing
Fault
1
I
200
0
80
280 Sst
2
II
200
8
72
280 Sst
3
III
128
0
50
178 Sst
4
IV
100
0
21
121 Sst

C.Alternatif Pemecahan Masalah
            Dari masalah Line Lock Out dapat disimpulkan langkah-langkah pemecahanya yaitu sebagai berikut:
1.      Monitoring LLO bedasarkan Infracnr
2.      Mengambil Data LLO dan melakukan proses pengukuran saluran
3.      Melakukan Test Line Subcreber
4.      Test DLU LC
5.      Hasil ukur diberikan kepada unit DIVA & DCS untuk ditelusuri
6.      Melakukan pengukuran pada jam sibuk
7.      Monitoring hasil test DLU LC
8.      Evaluasi hasil perbaikan dari DIVA & DCS
9.      Monitoring LLO lewat terminal Sentral
            Dari prosedur penyelesaian gangguan LLO hasil monitoring mempunyai dampak untuk memberikan solusi dalam menentukan letak gangguan baik itu bersifat busy,ringing,fault atau  gangguan lain yang timbul dari jaringan telefon.Dari tabal diatas dapat kita lihat bahwa di minggu ke-1dan minggu ke-2 jumlah LLO sebanyak 280 Sst,hal tersebut disebabkan karena gangguan pada jaringan yaitu jaringan luar yang di sebabkan oleh faktor cuaca atau curah hujan.
Kemudian Pada minggu ke-3 s/d minggu ke-4 sudah mengalami  penurunan karena sudah ditangani oleh rekan-rekan unit DIVA&DCS.Walaupun demikian tugas rutin monitoring LLO dilakukan secara sistim dan online.

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan             Pembelajaran di dunia kerja adalah suatu strategi yang memberi peluang peserta mengalami proses belajar melalui bekerja langsung ( Learning by doing ) pada pekerjaan sesungguhnya.
            Dengan adanya PRAKERIN penulis dapat merasakan bagaimana pelaksanaan praktek langsung di lingkungan dunia kerja yang langsung dibimbing langsung oleh fihak industri/INFRATEL, dan bahkan kami dapat mengukur sejauhmana penguasaan ilmu praktek kerja infratel, ternyata belum apa-apanya dibanding dengan para karyawan dari INFRATEL
            Akhirnya tak lupa aku panjatkan puji syukur kepada Allah S.wt, bahwa saya telah menyelesaikan Praktek kerja Industri , yang dituangkan ke dalam Laporan ini selanjutnya saya siap untuk diuji melalui Kulminasi/Presentasi.

B.Saran
1.Sekolah
            Dalam Praktek Kerja Industri (Prakerin) sebaiknya dibimbing secara kontinyu dan terarah, agar kami para Prakerin dapat cepat memahami apa yang kami kerjakan yang sesuai dengan pembelajaran yang didapat di sekolah yang nantinya akan dijadikan bentuk laporan sesuai dengan apa yang kami kerjakan.
2.Instansi Kantor Infratel
             Ketidak sesuaian dengan ilmu atau pendidikan yang di dapat di sekolah dengan pekerjaan yang saya terima di kantor Infratel adalah salah satu kendala, maka itu sebaiknya ada fasilitas atau program bagi generasi berikutnya untuk yang ber Prakerin akan di sesuaikan dengan jurusan di sekolahnya masing-masing.